Telephone

02518220077

Faksimile

0251 8221672

email address

bbpkhcinagara@pertanian.go.id

image 19 May 2021

PENTINGNYA PERAN PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA ANAK SAPI SETELAH DILAHIRKAN

Dr. drh Euis Nia Setiawati, MP

Widyaiswara Ahli Utama.

 

Kolostrum, yaitu cairan pertama yang diproduksi oleh ambing mamalia, yang memiliki kandungan antibody (immunoglobulin) lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan susu laktasi. Kandungan antibody ini membuat kolostrum memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan anak sapi yang baru dilahirkan. Kolostrum merupakan hasil sekresi kelenjar ambing induk yang terkumpul selama beberapa minggu terakhir masa kebuntingan hingga beberapa saat setelah melahirkan, dan disekresikan segera sesudah melahirkan. Antibodi (Imunoglobulin G) yang terdapat di dalam kolostrum sangat diperlukan untuk kepentingan transfer kekebalan pasif pada anak ruminansia neonatus. Kekebalan dari induk yang diperoleh anak baru lahir (neonates) dikenal sebagai kekebalan pasif.

Anak sapi dilahirkan tanpa imunoglobulin atau antibodi, sehingga sangat lemah mekanisme pertahanan tubuhnya terutama rentan terhadap berbagai infeksi virus dan bakteri. Menurut sejumlah data, serum darah anak sapi sebelum menyusu kolostrum mengalami kekurangan imunoglobulin, atau hanya mengandung trace atau sedikit imunoglobulin, sedang daya tahan terhadap penyakit sangat rendah Karena itu konsumsi kolostrum pada jam pertama setelah lahir sangat penting agar anak sapi mendapat antibody (immunoglobulin) untuk meningkatkan daya tahan terhadap mikroba patogen yang berbahaya, yang menyebabkan gangguan pencernaan, pernafasan dan gangguan lain pada periode setelah dilahirkan(postnatal), sampai pada waktu tertentu dimana anak sapi dapat mensintesis pertahanan imunitas aktifnya sendiri. Konsumsi kolostrum sedini mungkin dapat memenuhi kebutuhan nutrisi (protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral), untuk pertumbuhan normal dan perkembangan morfologi dan fungsional saluran gastro-intestinal sehingga dapat beradaptasi bila terjadi perubahan mendadak dari nutrisi induknya ke fetal setelah terjadi kelahiran. Proses dimana induk sapi memberikan imunoglobulin kepada anak sapi melalui kolostrum disebut transfer imunitas pasif . Fase kritis dalam kehidupan anak sapi baru lahir ini hanya berlangsung selama 1 – 2 hari, sehingga kegagalan transfer pasif ini akan meningkatkan angka kesakitan (morbiditas)  dan  angka kematian (mortalitas)  dan menurunkan tingkat pertumbuhan anak sapi, serta mengurangi produksi susu induk.

Terdapat perbedaan yang signifikan dalam komposisi kimia antara kolostrum dan air susu. Kolostrum mengandung nutrien (protein, lemak, laktosa, asam lemak esensial dan asam amino esensial) serta non-nutrien (substansi biologi aktif), yang menyediakan seluruh keperluan nutrien bagi anak sapi baru lahir. Kolostrum terutama penting bagi imunisasi pasif pada anak sapi baru lahir, sebagai kombinasi dari berbagai komponen imunitas spesifik (imunoglobulin, Ig) dan non-spesifik (humoral dan cellular), faktor-faktor anti bakteri yang sebagian besar membantu perlindungan terhadap infeksi-infeksi selama hari pertama kehidupannya . Disamping itu terdapat konsentrasi growth factor yang tinggi dalam kolostrum induk sapi terutama insulin-like growth factor 1 (IGF-1) dan insulin-like growth factor 2 (IGF-2) serta hormon (terutama insulin) yang mengontrol pertumbuhan dan perkembangan saluran gastro-intestinal dan membantu pendewasaan fungsional organ pada hari-hari pertama. kolostrum berperan vital dalam menyediakan antibody (immunoglobulin) yang merupakan komponen utama dalam sistem pertahanan tubuh (imunitas). Ketiadaan transfer imunoglobulin pada plasenta membuat anak sapi yang baru lahir bergantung kepada asupan imunoglobulin dari luar tubuhnya ketika lahir. Kolostrum berperan untuk menyediakan  imunoglobulin  tersebut  sehingga  anak sapi memiliki pertahanan yang baik dari penyakit yang sebagian besar berasal dari lingkungan. Peran ini sangat penting mengingat fakta bahwa kolostrum menjadi satu- satunya sumber antibody (imunoglobulin G) yang sangat menentukan tingkat keberlangsungan hidup (survival rate) anak yang baru lahir.

Kolostrum sangat penting bagi pedet yang baru saja lahir,karena:

-   kolostrum kaya akan protein (casein) dibandingkan susu biasa.Protein dibutuhkan pedet untuk pertumbuhan tubuh.

- kolostrum mengandung vitamin A,B2,C dan vitamin-vitamin yang sangat diperlukan pedet.

-  kolostrum  mengandung  zat  penangkis  (anti  bodi)  yang dapat  memberi kekebalan bagi pedet terutama terhadap bakteri E. coli penyebab scours.

Kolostrum diberikan untuk pedet setidaknya untuk 3 hari, tetapi jika pemberian susunya dengan ember kemungkinkan untuk menyusu induknya hanya (12 sampai dengan 24) jam pertama dan setelah itu kolostrumnya diberikan dengan ember. Kolostrum mengandung bahan kering dua kali lipat dari pada susu. Kandungan protein dapat mencapai 18 % dibandingkan (3 sampai  dengan  5)%  dengan  susu  biasa.  Kolostrum  banyak  mengandung vitamin  dan  mineral  dan  bersifat  pencahar  dan  membantu  membersihkan intestinum dari kotoran yang bergumpalan. Juga mengandung antibodi yang dibutuhkan oleh pedet. Ini membantu pedet melindungi dirinya terhadap penyakit. Amat penting bagi pedet untuk mendapatkan kolostrum didalam 24 jam pertama setelah lahir karena saluran pencernaannya dapat menyerap antibodi selama periode ini. Kelebihan kolostrum dapat diberikan kepada anak sapi lebih tua. Biasanya dicampur dengan susu atau air. Komposisi kimia dari kolostrum (bahan kering, bahan padat tanpa lemak, laktose, lemak susu dan protein) berubah dengan sangat cepat sesuai waktu, sehingga pada hari ke-3 postpartum sudah sama dengan komposisi kimia air susu normal.

Mengkonsumsi kolostrum secara terus-menerus sangat penting bagi anak sapi. Karena selain kolostrum dapat  meningkatkan Ig yang vital, tetapi juga meningkatkan jumlah yang signifikan dari protein imun dan nutrien dalam menunjang kehidupan anak sapi selama beberapa hari pertama. Perkembangan usus halus dimulai segera setelah lahir dan kemampuan usus untuk mengabsorpsi makromolekul tanpa pencernaan akan selesai dalam waktu 24 jam. Hilangnya kemampuan absorpsi berhubungan dengan perkembangan saluran pencernaan pada sel-sel epitel intestinal dan penggantian populasi sel. Penurunan tajam jumlah IgG kolostrum terjadi secara serempak, disebut periode intestinal closure yaitu pada 24 jam atau 1 hari.  Pada saat anak sapi berumur 6 jam, hanya 66% antibodi yang dikonsumsi dapat diabsorpsi. Ketika anak sapi berumur 12 jam, lebih sedikit dari setengah antibodi yang tersedia akan diabsorpsi ke dalam darah, dan ketika anak sapi berumur 24 jam, proses intestinal closure menjadi lengkap (SELK, 2006).

Kolostrum maternal hampir selalu istimewa, dengan sumber antibody ( imunoglobulin G), namun kolostrum juga menjadi suatu rute penyebaran atau penularan penyakit dari induk kepada anaknya. Kolostrum harus ditampung dari induk sapi pada saat beranak atau di dalam kurun waktu 24 jam pertama dan diberikan segar, disimpan setelah pembekuan, atau melakukan pasteurisasi dengan menggunakan suatu unit pasteurization batch komersial untuk memanaskan kolostrum 60°C selama 60 – 120 menit .

Manajemen pemberian kolostrum  pada anak sapi setidaknya dilakukan pada volume 3 hingga 4 liter untuk menunjang peran kolostrum yang optimal. Waktu pemberian juga merupakan faktor penting untuk mendukung tingkat kesehatan anak sapi yang baru lahir. Waktu pemberian kolostrum yang direkomendasikan adalah paling lama 2 jam setelah anak sapi lahir, hal ini terkait dengan fenomena penyerapan terbaik untuk komponen dalam kolostrum oleh saluran pencernaan anak sapi yang baru lahir adalah maksimal 24 jam sejak kelahiran. Kemampuan sistem pencernaan anak sapi yang baru lahir untuk menyerap komponen kolostrum akan mulai berkurang secara signifikan setelah 24 jam dari kelahiran, kemudian terus menurun hingga 48 jam sejak kelahiran.  Apabila  pada  awal menyusu pedet mengalami kesulitan maka dapat dilatih dengan menggunakan  ember terbuka dan memerlukan  kesabaran. Caranya mula-mula pedet dibiarkan menjilat atau mengisap jari telunjuk yang dibasahi kolostrum. Selanjutnya jari telunjuk yang dihisap-isap, perlahan-lahan dimasukkan sedikit demi sedikit kedalam ember yang berisi kolostrum dan dibiarkan beberapa menit mengisap-isap jari telunjuk dan kolostrum turut terserap sedikit-sedikit. Kemudian jari telunjuk perlahan-lahan dilepas dari pedet. Perlakuan demikian perlu diulang-ulang sehingga akhirnya pedet mau minum kolostrum dari ember tanpa bantuan lagi atau alternatif alat bantu untuk pemberian kolostrum dengan menggunakan botol yang diberi selang karet lunak  (nipple bottle). Kolostrum buatan diberikan pada pedet apabila induk tidak dapat  menghasilkan  kolostrum.  Kolostrum  buatan  sekali  minum terdiri dari campuran ½ liter susu murni + 1 sendok teh minyak ikan+ 1 sendok teh kastroli + 1 telur yang dikocok didalam ¼ liter air hangat. Pemberian kolustrum buatan diberikan 3 kali sehari selama 3 sampai dengan 4 hari

Demikian  tulisan ini disampaikan , semoga dapat meningkatkan wawasan peternak mengenai pentingnya peran kolostrum bagi anak sapi yang baru lahir, yang berperan sebagai penyedia utama antibodi dari induk yang sangat dibutuhkan oleh anak sapi yang baru lahir untuk menjaga kesehatan dan produktivitasnya.